Kamis, 25 Agustus 2011

" BERDIRI AKU "


Puisi Amir Hamzah

Berdiri aku di senja senyap
camar melayang menepis buih
melayah bakau mengurai puncak
berjulang datang ubur terkembang
Angin pulang menyejuk bumi
menepuk teluk menghempas emas
lari ke gunung memuncak sunyi
berayun-alun di atas alas
Benang raja mencelup hujung
naik marak menyerak corak
elang leka sayap tergulung
di mabuk warna berarak-arak
Dalam rupa maha sempurna
rindu sendu mengharu kalbu
ingin datang merasa sentosa
mengecap hidup bertentu tuju.

" BENCANA "


BY :Musni Japrie

Telah nyata kerusakan di bumi oleh manusia
Bencana membahana di mana-mana
Bumi bergoncang
Kota dan gedung luluh lantak berantakan
Gelombang pasang bergerak kebibir pantai
Menggulung daratan tiada terperi
Kehidupan terhenti jasad membeku
Gunung-gunung memuntahkan lava dan bebatuan
Awan panas merayap membakar
Banjir lahar dingin menyapu segalanya
Hujan badai, tanah longsor dan banjir bandang diseantero bumi
Menghanyutkan kehidupan
Bencana …………bencana …….. dimana-mana
Marahkah Sang Pencipta atau murka ?
Peringatan, musibah ataukah hukuman setimpal buat manusia ?
Olah manusia yang kebanyakan congkak
Atas kekuasan-Nya
Manusia yang banyak membelakangbi Rabb-Nya
Kebanyakan manusia yang lebih memilih jalan mengerjakan larangan
Kebanyakan manusia yang lebih memilih untuk menolak perintah-Nya
Kebanyakan manusia lebih memilih berbuat kemunkaran dan kemaksiatan
Kebanyakan manusia menyukai yang haram meninggalkan yang hak
Hiburan malam kemilau menawan menawarkan kenikmatan
Masjid, langgar dan surau kesepian
Kebanyakan manusia menolak untuk berbuat kebajikan
Kebanyakan manusia enggan menegakkan amal shaleh dan kemaslahatan
Kebanyakan manusia enggan untuk mentauhidkan Yang Esa
Kebanyakan manusia menyukai untuk membagi cinta kepada selain-Nya
Kebanyakan manusia enggan tunduk dan ta’at kepada sunnah
Rasul-Nya
Manusia lebih memilih ta’at kepada ulama panutannya
Manusia lebih menyukai akan godaan hawa nafsunya
Manusia lebih cinta kepada bid’ah
Manusia lebih memilih jalan yang menyesatkan
Manusia banyak yang memilih kedzoliman
Dzolim pada alam
Dzolim pada sesama
Dzolim pada diri sendiri
Bencana membahana di mana-mana
Marahkan Sang Pemelihara ataukah murka ?
Sang Penguasa Tunggal maha Rahman maha Rahim
Dia hanya mengingatkan kelalaian hamba-Nya
B ersegeralah kembali kejalan-Nya
Sebelum mentari terbit diufuk senja
Bersegeralah menuju ampunan-Nya
Sebelum ajal menjemput
Sebelum tangis air mata darah tak bermanfaat
Rengkuh dan peluklah segera kecintaan Allah
Dengan cintamu yang melebihi dari segalanya.

Romadhan, 1432 H

CINTA DIANTARA DUA PULAU



( Puisi dari masa lampau )
Buat seseorang diujung seberang

Kutuliskan puisi ini dengan kalam hati
Kunamakan dengan puisi cinta
Bagi dua insan diantara dua pulau
Dipisahkan oleh samudera luas tanpa tepi
Dan gelombang gairah penuh asa

Dua anak manusia terpaut cinta diantara dua pulau
Berkirim kisah pada angin semilir dan burung-burung camar
Berbisik mengenai kerinduan dan keterasingan
Bercanda ria dengan hurup dan kata tanpa suara
Didunia maya penuh hayalan

Dua anak manusia terpisah diantara dua pulau
Saling berpagut gairah dan kerinduan dalam bayangan
Melepas dendam qalbu yang lama terpendam
Kisah kasih dua anak manusia terpisah garis-garis batas samudera diujung langit
Akankah hayal-hayal keduanya akan berbentuk dalam nyata.

" AKU AKAN KEMBALI KEPANGKUANMU WAHAI IBUNDA'



Aku akan kembali wahai ibunda … untuk mencium keningmu yang suci
Aku akan menumpahkan seluruh kerinduanku dan aku akan menghirup wanginya tangan kananmu
Aku akan menghamparkan pipiku di pasir yang ada di kedua kakimu jika bertemu denganmu ibunda
Aku akan membasahi tanah dengan air mataku… karena gembira bertemu denganmu ibunda
Betapa sering engkau terhalang dari tidur malam agar aku tidur dengan pulas menutup pelupuk mataku
Betapa sering lehermu kering kehausan untuk bisa menghilangkan dahagaku dengan kelembutan dan kasih sayangmu
Dan pada hari tatkala aku sakit.. tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir seperti derasnya hujan
Dan tidak akan aku lupakan matamu yang bergadang menahan ngantuk karena mengkhawatirkan aku
Hari itu dimana kita berpisah di pagi hari… sungguh itu adalah pagi yang sangat menyedihkan bagiku
Kata-kata tidak mampu mengungkapkan kesedihanmu akibat kepergianku
Dan engkau mengutarakan suatu perkataan kepadaku yang selalu ingat sepanjang kehidupanku :
Tidak mungkin engkau akan mendapatkan dada yang lebih lembut dan sayang kepadamu daripada dadaku
Allah pemilik alam semesta ini telah berwasiat kepadaku untuk berbakti kepadamu hingga akhir hayatku
Keridhoanmu merupakan kuci kesuksesanku… dan mencintaimu adalah cahaya keimananku
Dengan ketulusan doamu maka sirnalah kesulitan dan kesedihanku
Kecintaanku tulus kepadamu tidak akan terbagi kepada seorangpun
Ibunda engkau menyertai gerakan hatiku… dan engkau adalah cahaya pandanganku
Ibunda engkau adalah senandung yang menyertai lisanku… dengan memandangku maka hilanglah kegelisahanku
Aku akan kembali kepadamu wahai ibunda esok… dan aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku
Maka aku akan memulai lembaran baru bersamamu ibunda… dan ranting-rantingpun akan tterhias dengan bunga
Sumber : Note Ust. Firanda Andirja di Fb

" akhir sebuah perjalanan '




Terpuruk, jasadku terlempar
Di luas padang mahsyar diriku terkapar
Meraung memohon diri bernaung
Merangkak, menggapai awan berarak

Namun neraca telah menimbang dengan sempurna
Sekalipun sebesar biji zarah amal terupaya
Luruhlah perjuangan sepi kini
Terganjal sesal tanpa tepi
Dimanakah kesempatan kedua terberikan
Adakah harta dunia sebagai pertolongan

Pasrah!
Hanya rintihan panjang tanpa akhir
Seribu cambukan, sejuta siksaan
Menyusul deru kemalangan
Belas kasih telah sampai titik batas
Meski naas tersekat di ujung nafas
Namun azabNya telah siap membalas

Kenapa janji dulu teringkari
Kenapa kewajiban dulu terabai
Sesal tak lagi sebuah bekal
Ternyata dahaga dunia adalah ketololan
Membuangku jauh dari segala kesalihan
( by: Asmaul-Azizah)

" AKU RINDU WAJAH-MU "



Saat tawa hilang diserang seribu bayang
Senyum jadi seolah membeku termangu pilu
Matahari tak lagi bersinar, begitu pun bulan bintang
Hembusan angin itu terhenti di tengah
detak nyawa mereka.
Dan aku takut.
Aku takut aku lupa namaMu
Seperti pada saat kuterbuai kesenangan
seperti saat rizkiMu menyentuhku
dan aku hampir melupakanMu
Aku tak mau lagi berpaling dariMu
walau sekejap mata.
Karena Kau pun tak pernah
berpaling dariku,meski bibir ini
tak mengucap kata syukur satupun
Aku sadar.
Bahwa di setiap sepi yang menghantui
Selalu ada diriMu yang setia menemani
Selalu ada suruhanMu yang menjagaku
di sisi kiri dan kanan
Rasa takut pun terhapus hilang
saat kuucap lagi namaMu yang begitu indahnya
Begitu suci, dan di setiap hurufnya
bagai tersusun dari 1000 intan dan mutiara
Aku rindu wajahMu, Ya Khalik
Aku ingin bersandar lagi di pangkuanMu
'Kan kubersihkan setiap karat
yang melekat erat di dadaku
'Kan kucuci lidah kotor ini
dan menggantinya dengan senandung ayat-ayat suciMu
Ya Rabb,namaMu akan terus bersemayam di hati
Dan ku takkan bosan
Allah Allah Allah ...
Bogor, 17 feb-08

" AKU KETUK PINTU-MU "



By : Musni Japrie

Tuhan………
Tertatih-tatih hamba datang mengetuk pintu-Mu
Terseok lelah membawa membawa beban tak perpikulkan
Setumpuk dosa segunung maksiat
Yang hamba kumpulkan dalam perjalanan ini

Tuhan……….
Hamba yang daif ini bergelimang lumpur hitam dunia
Berjalan dengan kesombongan diri
Mempertontonkan kepada manusia rasa ujub diri hamba
Bersemayam dalam kalbu penyakit jiwa hasad,iri dan dengki

Tuhan………
Hamba datang didepan pintu-Mu
Teteskan dalam sanubari hamba embun belas kasih-Mu
Berilah lentera di kalbu hamba penerang ke jalan-Mu
Rangkullah hamba dengan ampunan dan maaf-Mu

Tuhan………..
Mentari telah lama berangkat menuju rembang petang
Desahan nafas tersentak-sentak
Terimalah permohan ampun hamba
Selagi matahari matahari masih diufuk timur
Curahkanlah magfirah-Mu
Di Ujung Kampung , Pertengahan RamadanH1432